Kekurangan Keramik di Bandingkan Lantai Kayu

Hampir sebagian dari kita khususnya masyarakat Indonesia memiliki rumah dengan beralasan lantai yang terbuat dari bahan keramik. Mungkin mereka menganggap bahwa dengan penggunaan lantai keramik maka rumah akan semakin nyaman dan sejuk.

harga lantai vinyl
GCV-223

Tentunya hal tersebut bisa saja benar bisa juga tidak sepenuhnya benar. Berikut ini saya akan mencoba memaparkan secara singkat dan jelas mengapa anggapan yang mengatakan bahwa lantai keramik jauh efektif membuat rumah nyaman tidak sepenuhnya tepat.

Oleh karena itu, berikut beberapa kekurangan lantai keramik yang tidak ada di lantai kayu.

  • Sulit dibersihkannya kotoran-kotoran yang menempel pada lapisan-lapisan seman yang terdapat disetiap sambungan antar keramik. Hal ini tentunya akan membuat lantai yang berbahan dasar keramik akan mudah terlihat kusam sehingga akan membuat kurang enak dipandang dan kurang menarik.
  • Kandungan glazur pada tanah liat sebagai bahan dasar membuat keramik akan menciptakan efek sangat keras pada keramik. Sehingga ketika kaki kita menginjak keramik tersebut akan terasa begitu keras sekali. Dan anda perlu mengatasinya dengan cara memasang karpet sehingga tidak akan keras mengenai kaki kita. Tentunya dengan penggunaan karpet akan menambah biasa bukan. Sehingga ini menjadi salah satu alasan kenapa lantai kayu menjadi pilihan yang lebih tepat dibandingkan lantai keramik.
  • Memang benar bahwa lantai keramik akan menimbulkan kesan dingin pada ruangan. Namun tentunya kesan dingin ini kurang baik jika berada pada cuaca sedang turun hujan. Sebab lantai jenis ini tidak mampu menyerap panas sama sekali. Sehingga saat hujan turun, lantai kurang bagus untuk dijadikan alas untuk tempat tidur. Karena dingin tersebut akan menggangu kesehatan kita.

baca artikel lainnya : harga lantai kayu

Nah, demikian kekurangan lantai keramik. Pada umumnya, ada beberapa kelebihan serta kekurangan dari masing masing jenis lantai yang hendak Anda gunakan. Tergantung Anda ingin membuat rumah atau kantor seperti apa?

%d blogger menyukai ini: