Nama dan Jenis Bahan Lantai Kayu

Lantai merupakan bagian alas suatu bangunan yang ditutup dengan berbagai media mulai keramik, marmer, teraso, atau kayu. Kayu merupakan salah satu jenis pilihan lantai yang dapat memberikan kesan hangat dan unik bagi para penghuni rumah. Tidak terkecuali di dalamnya adalah tamu yang hanya menghabiskan sedikit waktu saja di sana. Apapun itu, lantai kayu memang memiliki ruang tersendiri yang membuat pembangun rumah ingin menggunakannya.

Terdapat beberapa jenis nama dan sifat bahan lantai kayu. Dalam pembuatan lantai kayu, dikenal istilah parket, flooring, dan laminated. Secara istilah, parket adalah lantai dari papan yang bergambar. Sedangkan laminated adalah bentuk lantai yang berlapis – lapis. Untuk lantai kayu solid, bahan yang digunakan adalah kayu solid 100%.

Bahan lantai kayu solid terdiri dari kayu jenis Jati, Merbau, Kruing, serta Mahoni. Bahan HDF tidak digunakan dan caranya pun tidak mengandung lapisan. Sedangkan dalam proses penggunaan kayu buatan yang mengusung konsep “laminated”, serbuk kayu ditekan dengan teknologi HDF. HDF adalah kepanjangan dari High Density Fiber. Jadi, serbuk kayu ditekan sedemikian rupa hingga dapat dibentuk serupa dengan kayu solid. Namun, harus diketahui bahwa tingkat kekuatan kayu ini jelas tidak sama dengan kayu solid.

Jenis lantai kayu parket memiliki bahan yang sama dengan kayu kayu parket yang tidak dibuat untuk lantai. Hanya saja, berdasarkan ukurannya, kayu parket berbeda bentuk. Lebar lantai kayu parket biasa non lantai adalah 5 cm. Sedangkan panjangnya rata 20, 25, atau 30 cm. Untuk kayu parket yang dimanfaatkan sebagai lantai bentunya lebih memanjang dengan ukuran 9 cm pada lebarnya, dan 45 cm pada panjangnya.

Bahan kayu jati memiliki ciri khas warna yang kuning kecokatan. Bentuk serat bahan jati adalah khas seperti kembang dengan bentuk alur serat garis mungil. Untuk sono keling, warnanya kehitam – hitaman. Tetapi dari segi motif alur, terdapat kemiripan antara kayu sono keling dengan Jati. Keduanya biasa dimanfaatkan sebagai bahan lantai kayu solid yang kuat terhadap serangan rayap.

Dari segi harga, kayu jati lebih mudah dan kayu sono keling lebih mahal. Meskipun kualitasnya hampir sama, yang membedakan kedua kayu ini adalah tingkat kesukarannya dalam diperoleh. Jika pemilik rumah ingin bahan lantai kayu solid yang agak miring, maka jenis merbau dapat dimanfaatkan meskipun secara performa fisik tidak sebagus sono keling atau jati. Jika perlu yang lebih murah lagi, bahan kayu laminated bisa dipilih meskipun ketahanannya memang terletak pada kualitas paling bawah jika dibandingkan dengan kayu solid.

%d blogger menyukai ini: