Serba-Serbi Lantai Kayu

Lantai kayu adalah salah satu jenis penutup lantai yang sejak dahulu digunakan. Di Indonesia, rumah – rumah tradisional seperti Joglo, Rumah Honai dan rumah adat lainnya rata – rata menggunakan lantai kayu. Bahkan, hampir seluruh rumah yang dibuat dengan sistem rumah panggung menggunakan lantai dari kayu. Hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi geografis Indonesia yang banyak memiliki hutan pohon berkayu.

Kayu pada awalnya dibuat menjadi lantai secara tradisional sebelum masyarakat menemukan tambang untuk membuat marmer dan keramik. Kayu memiliki tekstur yang lebih ringan dari keramik dan marmer sehingga tidak dingin jika menyentuh kulit. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi dan menipisnya jumlah hutan pohon berkayu semakin sedikit pula orang yang memanfaatkan kayu sebagai bahan lantainya.

Saat ini, lantai kayu lebih diutamakan untuk digunakan dengan tujuan keindahan. Memang, tekstur lantai kayu yang unik dan warnanya yang khas tidak bisa disamai dengan keramik berteknologi manapun meskipun hasilnya mirip. Dengan estetika yang dimiliki penghuni rumah, beberapa ruangan atau seluruhnya dipilih dengan konsep lantai kayu.

Cara pembuatan lantai kayu berkembang dari waktu ke waktu. Dulu, kayu gelondongan dikuliti lalu dipotong secara horizontal sehingga terbentuklah lapisan – lapisan. Namun, karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat masih belum bisa meratakan potongan kayu serta belum menggunakan amplas untuk menghaluskannya.

Kini, setelah teknologi industri perkayuan semakin berkembang, kayu diolah dengan sangat baik dan berteknologi tinggi. Kayu dipotong dengan mesin pemotong elektrik dan diukur ketebalannya hingga sama persis. Setelah itu, kayu juga dihaluskan baik secara manual maupun mesin. Hasilnya, ukuran kayu akan menjadi sama dan tekaturnya juga halus.

Setelah kayu diamplas pasti ada serbuk – serbuk kayu yang mengganggu. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan proses pengecatan dengan pelitur atau cat khusus agar bentuk kayu dan tekaturnya tetap terjaga. Selain itu pengecatan juga dilakukan agar serbuk kayu hasil pengampllasan tidak mengganggu pernapasan saat dipasang di rumah.

Kayu – kayu yang telah jadi kemudian dikelompokkan berdasarkan jenis, sifat dan teksturnya. Kesesuaian lantai kayu dengan tatanan rumah amat penting digunakan sebagai referensi dalam memilih manakah diantara seluruhnya yang paling tepat.

Jika ingin memilih lantai kayu, sebaiknya periksa terlebih dahulu tingkat kelembapan daerah rumah. Karena kayu bisa cukup rentan terhadap keropos atau jamur jika kelembapannya tidak tepat. Selain itu, sangat baik jika konsultasi pemasangan dilakukan agar kayu tidak memuai atau menyusut tanpa perkiraan. Hal ini umum terjadi dan bisa diantisipasi sebelum dilakukan pemasangan.

%d blogger menyukai ini: