perbandingan kayu jati kampung dan perhutani

Perbedaan kayu jati kampung dengan kayu jati perhutani

Mendengar kayu jati tentunya sudah tidak asing lagi di telinga. Pasalnya, jenis kayu yang satu ini sudah cukup populer dari jaman dahulu yang sering digunakan oleh organisasi belanda kala itu yang bernama VOC untuk membuat perkapalan.

Seiring berjalannya waktu, pemanfaatan kayu jati ini mulai berkembang penggunaannya. Mulai dari dipergunakannya sebagai bahan baku kontruksi seperti pembuatan jembatan, interior rumah, melapisi permukaan lantai atau parket dan lain-lain.

Selain dijadikan bahan baku kontruksi, kayu yang bernama ilmiah Tectona Grandis ini dipergunakan juga sebagai bahan material furniture dan dimanfaatkan untuk keperluan industri lainnya.

teak tree

Dikarenakan kayu jati ini memiliki kualitas yang cukup tinggi dan dapat dipergunakan secara multifungsional. Oleh karena itu, di zaman modern ini mulailah memproduksi kayu jati yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu kayu jati perhutani dan kayu jati kampung.

Kayu jati perhutani

kayu jati perhutani

Kayu jati perhutani atau yang lebih dikenal dengan sebutan kayu jati TPK ini di produksi oleh badan usaha milik negara di indonesia yang mempunyai tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan pengusahaan, pengurusan dan perlindungan hutan di wilayah yang menjadi hak kerja mereka.

Kayu jati yang dikelola oleh perhutani cenderung memiliki kualitas yang cukup bagus karena, metode yang mereka gunakan telah memenuhi syarat dan prosedur tertentu.

Mulai dari pembibitan yang bagus, penanaman yang dilakukan secara teratur dan pemeliharaan yang insentif, hal ini juga didukung karena dimana pohon itu tumbuh dan sifat tanah tersebut serta ketinggian tanah dari permukaan laut.

Dari seratnya saja, kayu jati perhutani memiliki serat kayu yang padat dengan pola yang teratur dan tidak banyak terdapat mata kayunya serta lebih kuat secara keseluruhan.

Pada umunya, kayu jati yang berasal dari wilayah kepulauan jawa tengah dan jawa timur itu memiliki kualitas yang cukup bagus, ketimbang kayu jati yang berasal dari jawa barat.

Harga dari kayu jati perhutani relatif lebih mahal karena memiliki kualitas yang tinggi dari segi kekuatan, ketahan dan keawetan. Seperti yang kita ketahui bahwasannya, dimana ada barang yang memiliki kualitas tinggi terdapat harga yang tinggi pula.

Baca juga: Harga lantai kayu jati

Kayu jati kampung

kayu jati kampung

Istilah Kayu jati kampung atau kayu jati rakyat merupakan istilah dari jenis kayu jati yang tumbuh di lahan pribadi dan di kelola oleh pribadi pula.

Dikarenakan pertumbuhannya di lahan pribadi dan dikelola oleh pribadi juga, kayu jati yang dihasilkan pun tidak memiliki kualitas yang cukup bagus.

Kenapa kualitasnya kayu jati kampung tidak sebagus kayu jati perhutani? padahal sama-sama kayu jati, kayu jati kampung atau rakyat biasannya tumbuh di lahan pribadi, bila mana sudah tumbuh besar lalu di jual.

Hal inilah yang membuat kayu jati kampung tidak memiliki kualitas yang cukup bagus, karena selama pertumbuhan biasannya tidak memakai metode seperti yang perhutani lakukan. Seperti contohnya, pembibitan, penanaman yang teratur dan perawatan.

Walaupun kayu jati yang dihasilkan di lahan pribadi, tetapi untuk menjualnya, kita harus mempunyai surat ijin tertentu dari pihak perhutani. Kenapa begitu? karena kayu jati merupakan species tumbuhan yang dilindungi dan diawasi, hal ini bertujuan agar tidak terjadi pembalakan liar di kawasan hutan perhutani.

Harga yang dijual kepasaran, kayu jati kampung ini memiliki harga yang cukup terjangkau atau lebih tepatnya lebih murah jika dibandingkan dengan harga kayu jati perhutani.

Terdapat perbedaan yang signifikan antara Kayu jati kampung dan kayu Jati perhutani, simak ulasannya di bahwa ini:

Perbandingan karakteristik kayu jati perhutani dengan kayu jati kampung

kayu jati perhutani dan kayu jati kampung

Seperti apakah sih perbedaan antara kayu jati perhutani dengan kayu jati rakyat? jika Anda orang yang termasuk awam di dalam dunia perkayuan, maka cukup sulit untuk membandingkannnya.

Dari penampilan fisiknya saja, kayu jati perhutani memiliki serat kayu alami yang cukup padat, sedangkan kayu jati kampung memiliki serat kayu yang cukup lebar dan cenderung tidak beraturan.

Perbandingan karakteristik kayu jati perhutani dan kayu jati kampung

Tidak hanya itu saja, dari segi warna pun berbeda. Kayu jati perhutani pada umumnya memiliki warna yang lebih hidup yaitu warna coklat tua yang padat hampir menyeluruh, sedangkan kayu jati kampung itu warnanya coklat muda yang terkadang disertai warna putih.

Baca juga: Perbandingan kayu jati dengan kayu merbau

Hal ini karena kayu jati perhutani di tebang bila mana umurnya sudah tua, yang dimana hal itulah standar prosedur mereka agar kayu jati yang dihasilkan memiliki warna dan serat yang sesuai dengan didukung kualitas yang tinggi.

Sedangkan kayu jati kampung atau rakyat di tebang pada umur 5 – 10 tahun, umur segitu jika di kayu jati masih terbilang cukup muda, sehingga kayu jati yang dihasilkan memiliki warna coklat yang muda dengan serat kayu yang lebar yang terkadang tidak beraturan.

Semakin tua umur kayu jati, semakin berwarna dengan serat kayu yang padat

Agar Anda mengetahui lebih lengkap, kami akan memberikan pembahasan kelebihan dan kekurangan dari kayu jati kampung dan kayu jati perhutani. Simak ulasannya di bawah ini:

Kekurangan dan kelebihan kayu jati perhutani

Walaupun di kelola dengan baik dan benar, terdapat juga kekurangan dan kelebihan yang dimiliki kayu jati perhutani.

Kelebihan kayu jati perhutani:

  • Memiliki serat kayu yang padat.
  • Memiliki tekstur yang cukup halus.
  • Memiliki lapisan minyak untuk mempertahankan diri dari serangan serap dan jamur.
  • Warna coklat tua yang menyeluruh.
  • Tingkat keawetannya cukup tinggi

Kekurangan kayu jati perhutani:

  • Harganya relatif mahal

Kekurangan dan kelebihan kayu jati kampung

Sedangkan dari kayu jati kampung sendiri memiliki kekurangan dan kelebihannya, yaitu:

Kelebihan kayu jati kampung:

  • Stock ketersediaanya lebih banyak.
  • Harganya cukup murah sehingga dapat dijangkau oleh semua kalangan.

Kekurangan kayu jati kampung:

  • Memiliki gubal yang banyak.
  • Terdapat kadar air yang cukup tinggi.
  • Kekerasan kayunya tidak sebagus kayu jati perhutani.
  • Warna kayunya cenderung pucat dan berwarna coklat muda yang disertai warna putih.

*Kesimpulan

Baik kayu jati perhutani maupun pun kayu jati kampung, kedua jenis kayu jati tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, selebihnya tinggal Anda sendiri yang menentukan jenis kayu jati manakah yang diperlukan dan tentunya sesuai dengan budget yang Anda miliki.

Kayu jati perhutani idealnya lebih cocok dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai bahan baku kontruksi, seperti interior rumah, lantai kayu, dijadikan papan tangga, dan lain sebagainya.

Sedangkan kayu jati kampung lebih cocok dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture, bahkan akhir-akhir para pengrajin atau produsen kayu sering memanfaatkan lantai kayu jati kampung untuk pembuatan furniture. Seperti contohnya, kursi, meja, lemari, rak dan lain-lain.

Baik itulah dia serangkainya perbandingan antara kayu jati kampung dengan kayu jati perhutani, Semoga pembahasan ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi Anda. Terimakasih

Ingin memasang lantai kayu? Kunjungi website kami untuk melihat-lihat produk lantai kayu berkualitas tinggi

(Visited 71 times, 4 visits today)
Scroll to Top