Mengenali ciri-ciri kayu bengkirai penting dilakukan sebelum memilihnya sebagai material bangunan. Karakter fisik seperti warna, serat, tekstur, berat, dan tingkat kekerasan dapat membantu membedakan kayu bengkirai dari jenis kayu lainnya.
Apa Itu Kayu Bengkirai?
Kayu bengkirai adalah kayu yang berasal dari pohon Shorea laevis yang termasuk famili Dipterocarpaceae. Kayu ini memiliki beberapa nama daerah, di antaranya anggelam, bengkirai, dan benuas. Persebarannya terutama dikenal di wilayah Kalimantan.
Kayu bengkirai mempunyai karakter sebagai kayu keras dengan berat jenis rata-rata sekitar 0,91 dan termasuk dalam kelas kuat I–II. Karakter tersebut menjadi salah satu ciri penting yang membedakan bengkirai dari kayu dengan tingkat kepadatan lebih rendah.
Ciri-Ciri Kayu Bengkirai

Berikut beberapa ciri-ciri kayu bengkirai yang dapat diperhatikan secara langsung maupun berdasarkan karakteristik materialnya.
1. Berwarna Kuning hingga Kuning Kecokelatan
Salah satu ciri kayu bengkirai yang paling mudah dikenali adalah warna kayunya.
Kayu teras bengkirai umumnya berwarna kuning kecokelatan, sedangkan bagian kayu gubalnya cenderung lebih muda dan pucat kekuning-kuningan. Perbedaan warna antara kayu teras dan kayu gubal dapat terlihat pada potongan kayu.
Warna tersebut menjadi salah satu karakter visual yang cukup khas pada kayu bengkirai.
2. Memiliki Serat Lurus atau Berpadu
Serat kayu bengkirai dapat mempunyai arah lurus maupun berpadu.
Serat lurus memberikan tampilan yang relatif teratur pada permukaan papan. Sementara itu, serat berpadu dapat menghasilkan perubahan arah serat sehingga ketika diraba, permukaannya dapat terasa bergantian antara licin dan agak kesat.
Karakter serat tersebut juga membuat setiap potongan kayu bengkirai mempunyai tampilan yang tidak selalu sama.
3. Teksturnya Halus hingga Agak Kasar
Ciri kayu bengkirai berikutnya adalah teksturnya yang berada pada kisaran halus hingga agak kasar.
Tekstur tersebut dapat terlihat maupun dirasakan ketika permukaan kayu disentuh. Tingkat kekasaran dapat berbeda tergantung bagian kayu dan hasil proses pengerjaannya.
Pada kayu yang sudah diserut atau dihaluskan, permukaannya dapat terasa lebih licin sehingga serat dan karakter alami kayu terlihat lebih jelas.
4. Permukaannya Bisa Licin dan Mengilap
Kayu bengkirai mempunyai permukaan yang dapat terasa licin dan terlihat mengilap. Pada bagian dengan serat berpadu, permukaannya dapat berganti antara bagian yang licin dan agak kesat.
Karakter ini membuat kayu bengkirai mempunyai tampilan alami yang cukup menarik ketika digunakan sebagai material dengan permukaan kayu yang terlihat.
5. Mempunyai Bobot yang Relatif Berat
Kayu bengkirai termasuk kayu dengan berat jenis tinggi. Data karakteristik kayu menunjukkan berat jenis rata-ratanya sekitar 0,91 dengan kisaran 0,60–1,16.
Karena kepadatannya tinggi, papan bengkirai biasanya terasa cukup berat ketika dibandingkan dengan jenis kayu yang memiliki berat jenis lebih rendah. Karakter berat ini juga menjadi salah satu alasan kayu bengkirai banyak digunakan untuk kebutuhan yang membutuhkan material dengan kekuatan tinggi.
6. Termasuk Kayu yang Keras
Bengkirai mempunyai karakter keras dan padat. Dalam klasifikasi yang dicantumkan pada sumber teknis, kayu bengkirai berada pada kelas kuat I–II. Kekerasan tersebut juga memengaruhi proses pengerjaannya. Bengkirai dapat membutuhkan alat yang sesuai ketika dipotong, diserut, atau dibor. Untuk proses pemakuan, sumber teknis menyarankan melakukan pengeboran terlebih dahulu untuk mengurangi risiko kayu pecah.
7. Memiliki Pori-Pori yang Terlihat pada Struktur Kayu
Secara anatomi, kayu bengkirai mempunyai pori yang sebagian besar tersusun secara soliter. Sebagian lainnya dapat bergabung dalam kelompok kecil. Bentuk porinya umumnya bundar atau lonjong. Karakter anatomi tersebut merupakan bagian dari struktur alami kayu dan turut membentuk tampilan serta tekstur permukaannya.
8. Mempunyai Saluran Damar
Salah satu karakter anatomi kayu bengkirai adalah adanya saluran interseluler vertikal yang dapat mengandung damar. Sumber teknis menyebutkan saluran tersebut dapat berisi damar berwarna putih.
Pada produk kayu tertentu, keberadaan damar dapat terlihat pada bagian permukaan atau potongan kayu.
9. Dapat Mengalami Retak pada Proses Pengeringan
Kayu bengkirai mempunyai karakter pengeringan yang perlu diperhatikan. Kayu ini dapat mengalami pecah ujung atau retak permukaan, serta perubahan bentuk apabila proses pengeringannya tidak ditangani dengan tepat.
Karena itu, kondisi kayu sebelum digunakan menjadi hal penting yang perlu diperiksa, terutama ketika kayu akan digunakan sebagai papan atau decking bengkirai.
10. Warna Kayu Dapat Berubah Ketika Terpapar Cuaca
Warna alami kayu bengkirai tidak selalu bertahan sama sepanjang penggunaannya, terutama ketika kayu dipasang di luar ruangan. Paparan sinar matahari dan kondisi cuaca dapat menyebabkan permukaan kayu mengalami perubahan warna secara alami. Pada penggunaan outdoor, permukaan kayu dapat berkembang menjadi warna abu-abu keperakan seiring proses pelapukan permukaan.
Perubahan warna tersebut merupakan karakter alami kayu yang terpapar lingkungan luar, bukan berarti kayu langsung kehilangan seluruh karakter materialnya.
Cara Membedakan Kayu Bengkirai dari Kayu Lain
Untuk mengenali kayu bengkirai, jangan hanya melihat satu ciri. Warna kuning kecokelatan saja tidak cukup untuk memastikan suatu papan merupakan bengkirai karena beberapa jenis kayu lain juga dapat memiliki warna yang serupa.
Perhatikan beberapa karakter secara bersamaan:
- Warna: kuning hingga kuning kecokelatan.
- Serat: lurus atau berpadu.
- Tekstur: halus hingga agak kasar.
- Permukaan: dapat terasa licin dan memiliki kilap.
- Bobot: relatif berat karena berat jenisnya tinggi.
- Kekerasan: termasuk kayu dengan kelas kuat I–II.
Untuk memastikan jenis kayu secara lebih akurat, terutama pada kebutuhan proyek dalam jumlah besar, identifikasi sebaiknya tidak hanya mengandalkan pengamatan visual.
Ciri-ciri kayu bengkirai dapat dikenali dari beberapa karakter utamanya, yaitu warna kuning hingga kuning kecokelatan, serat lurus atau berpadu, tekstur halus hingga agak kasar, permukaan yang dapat terasa licin dan mengilap, serta bobot yang relatif berat. Kayu ini juga dikenal mempunyai karakter keras dengan berat jenis rata-rata sekitar 0,91 dan termasuk kelas kuat I–II.
Selain karakter visual tersebut, kayu bengkirai memiliki ciri anatomi seperti struktur pori yang sebagian besar soliter dan adanya saluran damar. Kayu ini juga dapat mengalami retak permukaan atau perubahan bentuk selama proses pengeringan sehingga kualitas dan kondisi material perlu diperhatikan sebelum digunakan.


