Kenali Jenis – Jenis Lantai Parket Yang Populer

Apakah anda sudah mengenali jenis – jenis lantai parket yang populer untuk mempercantik ruangan dari interior dan eksterior. Lantai parket merupakan material untuk mempercantik ruangan agar meningkatkan kualitas kenyamana dan kebahagian penghuni rumah.

Selain itu, Jenis lantai parket memiliki berbagai varian yang populer, seperti lantai kayu, lantai laminte dan lantai engineered yang memiliki kualitas dan bahan material yang berbeda, selain itu, setiap material mempunyai cara pemasangan yang berbeda – beda.

1. Lantai Kayu

Jenis lantai parket yang pertama bernama lantai kayu, tapi dikenal sebagai nama parquet atau parket jati. material penutup lantai yang terbuat dari kayu asli maupun olahan, dipasang untuk memberikan tampilan alami, hangat, dan estetis pada ruangan. Material kayu lantai ini sering dipakai di rumah, hotel, apartemen, atau bangunan komersial karena punya kesan mewah dan nyaman. Lantai Parket terbuat dari kayu utuh seperti jati, merbau, bengkirai, atau sonokeling.

Kelebihannya:

  • Kuat dan tahan lama
  • Motif kayu alami dan mewah
  • Bisa diamplas dan dilapisi ulang berkali-kali

2. Lantai Laminate

Lantai laminate adalah jenis penutup lantai berbahan sintetis yang dibuat untuk menyerupai tampilan kayu asli. Material ini dibuat dari campuran serbuk kayu dan resin yang dipres menjadi papan HDF, lalu diberi lapisan gambar motif kayu di permukaan. Bagian atasnya dilindungi oleh coating anti-gores sehingga lebih tahan terhadap gesekan. Karena harganya lebih terjangkau dan proses pemasangannya praktis.

4 Lapisan Utama pada Lantai Laminate

1. Wear Layer (Lapisan Pelindung)
Bagian paling atas berupa lapisan bening yang sangat kuat. Fungsinya melindungi lantai dari goresan, noda, hingga risiko warna memudar karena paparan sinar matahari.

2. Design Layer (Lapisan Motif)
Lapisan ini berupa kertas gambar beresolusi tinggi yang dicetak menyerupai tekstur kayu, batu, atau keramik. Inilah bagian yang membuat lantai laminate terlihat seperti material alami.

3. Core Board (Lapisan Inti)
Merupakan inti papan HDF (High-Density Fiberboard) yang dibuat dari campuran serbuk kayu dan resin yang dipadatkan. Lapisan ini memberi kekuatan, ketahanan terhadap tekanan, dan stabilitas lantai.

4. Backing Layer (Lapisan Bawah)
Lapisan penyeimbang yang berada di bagian paling bawah. Fungsinya menjaga papan tetap stabil, mencegah melengkung, dan memberikan perlindungan tambahan terhadap kelembapan dari bawah lantai.

Baca juga : Kenapa Harus Lantai Kayu? Baca 7 Alasan Utamanya

Kelebihan Lantai Laminate

Hemat Biaya
Lantai laminate menjadi pilihan favorit karena harganya jauh lebih ramah di kantong dibanding lantai kayu solid maupun engineered. Kamu bisa mendapatkan tampilan mirip kayu asli tanpa mengeluarkan budget besar.

Tampilan Menarik
Motif laminate dibuat dengan teknologi cetak beresolusi tinggi sehingga hasilnya sangat menyerupai serat kayu alami. Warnanya juga lebih seragam, cocok buat kamu yang ingin tampilan rapi dan konsisten di seluruh ruangan.

Pemasangan Super Praktis
Dengan sistem click-and-lock, setiap papan cukup dikaitkan satu sama lain tanpa perlu lem atau paku. Teknik ini membuat pemasangan jauh lebih cepat dan minim ribet, bahkan bisa dilakukan tanpa membongkar lantai lama.

Perawatan Sangat Mudah
Untuk menjaga kebersihan lantai laminate, kamu hanya perlu menyapu dan mengepel dengan kain lembap. Tidak boleh terlalu basah, tapi perawatannya tetap jauh lebih simpel dibanding kayu asli yang membutuhkan coating berkala.

3. Lantai Engineered

Lantai engineered (sering disebut lantai kayu rekayasa) adalah jenis lantai yang memadukan tampilan kayu asli dengan struktur yang lebih stabil. Bagian permukaannya tetap menggunakan kayu solid seperti oak, jati (teak), atau walnut, tetapi inti papan dibuat dari beberapa lapisan kayu lapis (plywood) berkualitas tinggi. Kombinasi ini membuat lantai engineered terlihat seperti kayu solid, tetapi jauh lebih tahan terhadap perubahan suhu dan kelembapan.

Struktur Lapisan Lantai Engineered

Umumnya lantai ini tersusun dari 3 sampai 12 lapisan kayu yang ditumpuk silang, lalu dipres menjadi satu kesatuan. Susunan berlapis ini memberikan kekuatan dan mencegah papan mudah melengkung.

1. Lapisan Atas (Wear Layer)
Bagian ini merupakan lapisan tipis kayu keras asli. Karena terbuat dari hardwood, tampilannya benar-benar natural seperti lantai kayu solid. Wear layer juga menentukan seberapa sering lantai bisa diamplas atau difinishing ulang.

2. Inti & Lapisan Bawah (Core & Backing)
Bagian tengah hingga bawah terdiri dari plywood bersusun silang atau papan HDF. Struktur bersilang inilah yang membuat lantai engineered lebih stabil, tidak mudah memuai atau menyusut ketika suhu dan kelembapan berubah.

Kelebihan Lantai Engineered

Tahan terhadap Muai–Susut
Lantai engineered punya stabilitas yang sangat baik. Karena susunan lapisannya dibuat bersilang, papan jadi tidak gampang memuai atau menyusut meskipun dipasang di area yang lembap atau di ruangan dengan pemanas. Ini alasan kenapa lantai engineered jarang melengkung atau mengangkat seperti kayu solid.

Lebih Ramah Lingkungan
Dibanding lantai kayu solid, jenis ini memakai kayu keras asli hanya pada bagian permukaannya saja. Artinya, kebutuhan kayu log jauh lebih sedikit, sehingga jauh lebih efisien dan dianggap sebagai opsi yang lebih berkelanjutan untuk penggunaan jangka panjang.

Tampilan Mewah & Natural
Walaupun bukan kayu solid seutuhnya, permukaan lantai engineered tetap menggunakan veneer kayu asli. Serat, tekstur, dan karakter kayunya terlihat sangat natural—memberikan kesan mewah yang tidak bisa diduplikasi oleh lantai sintetis seperti laminate atau vinyl.

Rekomendasi Pemasangan Lantai Parket di Rumah

Lantai parket dapat digunakan di berbagai area rumah untuk menciptakan suasana yang hangat, nyaman, dan berkelas. Namun, agar daya tahannya tetap optimal, pemasangannya perlu disesuaikan dengan fungsi setiap ruangan.

1. Ruang Tamu

Ruang tamu merupakan salah satu area terbaik untuk pemasangan lantai parket. Tampilan serat kayu alami mampu memberikan kesan elegan sekaligus membuat ruangan terasa lebih hangat dan nyaman bagi penghuni maupun tamu yang berkunjung.

2. Ruang Keluarga

Sebagai tempat berkumpul dan beraktivitas bersama keluarga, ruang keluarga sangat cocok menggunakan lantai parket. Material kayu memberikan rasa nyaman saat dipijak dan menciptakan suasana yang lebih akrab dibandingkan lantai berbahan keramik.

3. Kamar Tidur

Banyak pemilik rumah memilih lantai parket untuk kamar tidur karena mampu menghadirkan nuansa yang lebih tenang dan menenangkan. Selain itu, permukaannya juga terasa lebih hangat saat disentuh, terutama pada pagi atau malam hari.

4. Ruang Kerja atau Home Office

Jika Anda memiliki ruang kerja di rumah, lantai parket dapat membantu menciptakan suasana yang lebih profesional sekaligus nyaman. Tampilan kayu alami juga mampu meningkatkan estetika ruangan tanpa terlihat berlebihan.

5. Ruang Hiburan atau Perpustakaan Pribadi

Area seperti ruang baca, ruang musik, atau ruang hiburan keluarga juga sangat cocok menggunakan lantai parket. Karakter kayu yang hangat mampu menciptakan suasana santai dan nyaman untuk menikmati waktu luang.

Scroll to Top