Pohon merbau merupakan salah satu jenis pohon penghasil kayu keras yang banyak ditemukan di kawasan tropis Asia hingga Pasifik. Di Indonesia, merbau dikenal luas sebagai salah satu kayu berkualitas tinggi dan memiliki nilai ekonomi untuk berbagai kebutuhan konstruksi maupun interior.
Secara botani, nama ilmiah merbau yang umum digunakan adalah Intsia bijuga (Colebr.) Kuntze. Spesies ini termasuk dalam famili Fabaceae dan ordo Fabales. Kew melalui Plants of the World Online mencatat Intsia bijuga sebagai nama spesies yang diterima secara ilmiah.
Menariknya, istilah merbau juga dapat digunakan untuk beberapa jenis dalam genus Intsia. Literatur mengenai merbau di Papua mencatat keberadaan Intsia bijuga dan Intsia palembanica di kawasan Malesia.
Klasifikasi Pohon Merbau

Berikut klasifikasi ilmiah pohon merbau (Intsia bijuga):
| Tingkatan Taksonomi | Klasifikasi |
|---|---|
| Kingdom | Plantae |
| Divisi/kelompok tumbuhan berpembuluh | Tracheophyta |
| Kelas | Magnoliopsida / Equisetopsida dalam sistem Kew |
| Ordo | Fabales |
| Famili | Fabaceae |
| Subfamili | Detarioideae |
| Genus | Intsia |
| Spesies | Intsia bijuga (Colebr.) Kuntze |
Klasifikasi modern dari Kew menempatkan Intsia bijuga dalam Kingdom Plantae, ordo Fabales, famili Fabaceae, genus Intsia, dan spesies Intsia bijuga. NCBI juga menempatkan spesies ini dalam Fabaceae dan genus Intsia, meskipun sistem klasifikasi yang digunakan dapat memiliki perbedaan pada beberapa tingkatan di atas famili.
1. Kingdom: Plantae
Merbau termasuk Kingdom Plantae karena merupakan organisme tumbuhan yang melakukan fotosintesis dan memiliki struktur tubuh berupa akar, batang, serta daun.
Sebagai pohon berkayu, merbau dapat tumbuh menjadi tanaman berukuran besar dan hidup terutama pada lingkungan tropis. Kew mencatat Intsia bijuga sebagai pohon yang tumbuh terutama pada bioma tropis basah.
2. Ordo: Fabales
Pohon merbau termasuk dalam Ordo Fabales, yaitu kelompok tumbuhan berbunga yang di dalamnya terdapat beberapa famili tumbuhan, termasuk Fabaceae.
Penempatan merbau dalam Fabales tercantum dalam basis data taksonomi Kew maupun NCBI.
3. Famili: Fabaceae
Merbau termasuk Famili Fabaceae, kelompok tumbuhan yang juga dikenal sebagai keluarga kacang-kacangan atau Leguminosae.
Dalam klasifikasi botani yang lebih lama, merbau sering dicantumkan dalam subfamili Caesalpinioideae. Sementara klasifikasi yang lebih baru dari Kew menempatkan Intsia dalam Detarioideae, yang merupakan bagian dari Fabaceae.
Perbedaan penyebutan subfamili ini penting diperhatikan ketika menggunakan sumber lama untuk membuat artikel mengenai klasifikasi merbau.
4. Genus: Intsia
Intsia merupakan genus tempat pohon merbau dikelompokkan.
Literatur mengenai taksonomi merbau menyebut bahwa genus Intsia terdiri atas beberapa jenis yang tersebar dari Afrika Timur, Madagaskar hingga kawasan Melanesia, Mikronesia, dan Australia bagian utara. Di kawasan Malesia tercatat antara lain Intsia bijuga dan Intsia palembanica.
5. Spesies: Intsia bijuga
Nama spesies yang diterima secara ilmiah adalah Intsia bijuga (Colebr.) Kuntze. Kew mencatat nama tersebut sebagai nama yang diterima (accepted name), dengan sejarah nomenklatur yang sebelumnya mencakup nama Macrolobium bijugum Colebr.
Spesies ini mempunyai wilayah persebaran alami yang luas, mulai dari kawasan Afrika Timur hingga wilayah Pasifik Barat. Di Indonesia, keberadaannya tercatat antara lain di Sumatra, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Nama Ilmiah Pohon Merbau
Nama ilmiah yang saat ini diterima untuk salah satu spesies utama merbau adalah Intsia bijuga (Colebr.) Kuntze. Nama tersebut digunakan dalam sumber botani modern seperti Plants of the World Online dari Royal Botanic Gardens, Kew.
Merbau juga mempunyai berbagai nama lokal. Di Indonesia, pohon ini dikenal sebagai merbau atau ipil, sedangkan di Papua Nugini salah satu nama yang digunakan adalah kwila. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta juga mencatat sebutan “kayu besi” untuk merbau di wilayah Maluku dan Papua Barat karena karakter kayunya yang keras.
Ciri Umum Pohon Kayu Merbau
Selain memahami klasifikasinya, mengenali ciri fisik merbau juga membantu membedakannya dari jenis pohon lainnya. Merbau merupakan pohon yang dapat mencapai ukuran cukup besar. Data Kew mencatat pohon ini dapat mencapai sekitar 5–40 meter dalam sumber deskripsi Flora of Tropical East Africa dan dapat memiliki banir ketika sudah tua.
Di Indonesia, sumber Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta mencatat merbau dapat mencapai tinggi hingga sekitar 50 meter, dengan batang bebas cabang sekitar 20 meter dan diameter yang dapat mencapai 160–250 cm.
Karakter kayunya yang keras kemudian menjadi salah satu alasan merbau banyak dimanfaatkan sebagai bahan kayu berkualitas tinggi.
Klasifikasi pohon merbau menempatkan merbau dalam Kingdom Plantae, Ordo Fabales, Famili Fabaceae, Genus Intsia. Salah satu spesies merbau yang diterima secara ilmiah adalah Intsia bijuga (Colebr.) Kuntze.
Merbau memiliki persebaran alami yang luas dari Afrika Timur hingga Pasifik Barat dan terdapat di berbagai wilayah Indonesia. Dalam konteks Indonesia, istilah merbau juga perlu dipahami dengan hati-hati karena genus Intsia memiliki lebih dari satu jenis yang terdapat di kawasan Malesia.
Dengan karakter pohon dan kayunya yang kuat, merbau menjadi salah satu jenis kayu yang banyak dimanfaatkan untuk lantai kayu, parket, decking, furnitur, serta berbagai kebutuhan konstruksi dan interior.


