Pohon merbau merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak ditemukan di kawasan hutan Papua. Karena memiliki kayu yang sangat keras, masyarakat setempat juga mengenalnya dengan sebutan kayu besi.
Secara ilmiah, pohon merbau dikenal dengan nama Intsia bijuga dan termasuk ke dalam keluarga Fabaceae. Persebarannya cukup luas, mulai dari wilayah Sumatra hingga Papua.
Tidak hanya memiliki karakter kayu yang keras, merbau juga dikenal sebagai tanaman yang menghasilkan kayu dengan kualitas tinggi. Karakter tersebut membuat kayu merbau memiliki nilai ekonomi dan cukup dikenal dalam perdagangan kayu. Pemanfaatannya antara lain untuk bahan bangunan serta berbagai kebutuhan rumah tangga.
Pohon merbau juga dikenal dengan nama ipil. Penyebutannya dapat berbeda-beda di setiap daerah. Di Jawa, tanaman ini dikenal dengan nama bimerbau, merbo, dan taritih. Di Sumatra terdapat sebutan seperti marbon, merbau asam, merbau darat, dan merbau pantai.
Di Kalimantan, beberapa nama yang digunakan antara lain alai, anglai, ipil, jumelai, dan maharau. Sementara itu, di Sulawesi dikenal dengan nama bayam, gefi ipi, ipil, langgiri, dan ogili. Di Maluku terdapat sebutan aisele, dowara, folau, ipi, ipil, dan kayu besi. Di Nusa Tenggara Timur, pohon ini dikenal dengan nama doma, fimpi, ipi, dan ipir. Adapun di Papua, beberapa nama yang digunakan adalah bau, kayu besi, pas, dan sekka.
Klasifikasi Pohon Merbau

Secara ilmiah, pohon merbau memiliki klasifikasi taksonomi sebagai berikut:
| Tingkatan | Klasifikasi |
|---|---|
| Kingdom | Plantae |
| Subkingdom | Tracheobionta |
| Superdivisi | Spermatophyta |
| Divisi | Magnoliophyta |
| Kelas | Magnoliopsida |
| Subkelas | Rosidae |
| Ordo | Fabales |
| Famili | Fabaceae |
| Subfamili | Caesalpinioideae |
| Genus | Intsia |
| Spesies | Intsia bijuga (Colebr.) Kuntze |
Berdasarkan klasifikasi tersebut, pohon merbau termasuk dalam genus Intsia dan memiliki nama spesies Intsia bijuga. Tanaman ini merupakan salah satu jenis pohon penghasil kayu bernilai ekonomi yang banyak dimanfaatkan di berbagai wilayah Indonesia.
Karakteristik Fisik Pohon Merbau
Pohon merbau termasuk jenis pohon berukuran sedang hingga besar. Dalam kondisi pertumbuhan yang baik, pohon ini dapat mencapai ketinggian sekitar 50 meter, dengan batang bebas cabang kurang lebih 20 meter. Diameter batangnya dapat mencapai sekitar 160–250 cm.
Bagian akar pohon merbau memiliki bentuk papan atau banir yang cukup tinggi dan tebal. Banirnya dapat mencapai ketinggian sekitar 4 meter. Kulit batang umumnya berwarna abu-abu terang hingga cokelat pucat dengan permukaan yang relatif halus dan memiliki bintil-bintil kecil berupa lentisel. Ketika kulit mengelupas, bentuknya dapat menyerupai sisik yang membulat.
Daun merbau memiliki beberapa pasang anak daun. Umumnya terdapat dua pasang anak daun, sedangkan pada bagian ujung hanya terdapat satu pasang. Bentuk daunnya menyerupai telur yang miring dan tidak simetris. Ujung daun cenderung tumpul, sementara bagian pangkalnya membulat. Permukaan daun terlihat licin dan tidak berbulu, sedangkan tulang daun utama pada bagian bawah dapat ditumbuhi rambut-rambut panjang.
Bunga pohon merbau tumbuh dalam kelompok pada bagian ujung cabang. Rangkaian bunganya dapat mencapai panjang sekitar 10 cm dan memiliki permukaan yang ditumbuhi rambut halus. Mahkota bunga awalnya berwarna putih, kemudian dapat berubah menjadi merah muda hingga kemerahan ketika berkembang. Bagian benang sari memiliki warna merah hingga ungu.
Buah merbau berbentuk polong dengan ukuran sekitar 1–4 cm. Dalam satu kelompok, buah dapat berjumlah antara satu hingga delapan buah. Ketika matang, buah merbau umumnya memiliki warna yang cenderung hitam.
Karakteristik dan Keunggulan Kayu Merbau
Selain memiliki karakteristik pohon yang khas, merbau juga menghasilkan kayu yang banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan. Berikut beberapa karakteristik dan keunggulan yang dimiliki kayu merbau.
1. Memiliki Warna Alami yang Khas
Kayu merbau memiliki warna alami yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Warna kayunya dapat berupa kuning kecokelatan, cokelat kemerahan, hingga cokelat yang lebih gelap.
Serat kayu merbau umumnya terlihat lurus melintang dengan tekstur yang cenderung kasar. Namun, pada beberapa bagian, pola serat dapat terlihat tidak beraturan. Perbedaan tersebut membuat setiap potongan kayu merbau memiliki karakter visual yang berbeda.
Warna alaminya yang menyerupai kayu jati membuat merbau sering dipilih sebagai salah satu alternatif untuk mendapatkan tampilan kayu yang elegan.
2. Memiliki Tingkat Kekerasan yang Tinggi
Kayu merbau termasuk jenis kayu yang keras dan berat. Karakter tersebut membuatnya sesuai digunakan untuk berbagai kebutuhan yang membutuhkan material dengan kekuatan yang baik.
Kayu merbau dapat dimanfaatkan untuk membuat kusen pintu dan jendela, pintu, maupun berbagai bagian konstruksi rumah. Selain itu, material ini juga dapat digunakan untuk membuat furnitur seperti meja, kursi, rak televisi, dan berbagai perabot lainnya.
3. Memiliki Daya Tahan yang Baik
Kepadatan dan kekerasan kayu merbau turut memberikan daya tahan yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan. Dengan pengolahan yang tepat, material ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
Kayu merbau juga memiliki ketahanan alami terhadap serangan jamur dan rayap. Proses pengeringan yang dilakukan dengan benar dapat semakin membantu mengurangi risiko kerusakan, seperti retak maupun perubahan bentuk akibat penyusutan.
4. Penyusutan Relatif Rendah
Kayu merbau memiliki kadar air yang dapat berada di bawah 15% setelah melalui proses pengeringan yang sesuai. Kondisi tersebut membantu mengurangi risiko penyusutan pada material.
Tingkat penyusutan yang relatif rendah membuat kayu merbau lebih stabil setelah proses pengeringan. Hal ini penting terutama ketika kayu akan digunakan sebagai bahan lantai, furnitur, maupun komponen bangunan.
5. Menjadi Alternatif Kayu Jati
Kayu merbau sering menjadi pilihan alternatif bagi orang yang menginginkan kayu dengan karakter kuat dan tampilan menarik seperti kayu jati.
Dari sisi harga, kayu merbau umumnya lebih terjangkau dibandingkan kayu jati. Perpaduan antara kekuatan, tampilan alami, daya tahan, dan harga yang relatif ekonomis membuat kayu merbau banyak dipertimbangkan untuk berbagai kebutuhan.
Baca artikel terkait : Kayu Merbau vs Jati, Mana Yang Lebih Baik Untuk Interior
Persebaran Pohon Merbau

Pohon merbau dapat ditemukan di berbagai wilayah, baik di kawasan Asia, Pasifik, maupun beberapa wilayah lainnya. Berdasarkan data TCIS tahun 2007, persebaran pohon merbau meliputi Samoa (Amerika), Australia, Myanmar, Kamboja, India, Indonesia, Madagaskar bagian barat pada wilayah dataran rendah, Malaysia, kepulauan Pasifik, Papua Nugini, Filipina, Seychelles, Tanzania, Thailand, dan Vietnam.
Di Indonesia, pohon merbau tumbuh secara alami di sejumlah wilayah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, Timor, Maluku, hingga Papua.
Kelebihan dan Kekurangan Pohon Merbau
Pohon merbau memiliki sejumlah keunggulan, tetapi juga mempunyai beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Memiliki tampilan yang menarik berkat warna alami dan pola seratnya. Serat yang cenderung lurus melintang memberikan karakter visual yang khas. | Proses pengecatan dapat membutuhkan lebih banyak bahan karena kayu merbau memiliki pori-pori yang cukup besar. |
| Memiliki tingkat kestabilan yang cukup baik terhadap perubahan ukuran atau kembang susut. | Sebaiknya tidak terlalu sering terkena air karena dapat menyebabkan keluarnya getah yang berpotensi mengurangi tampilan permukaan kayu. |
| Memiliki daya tahan yang baik apabila mendapatkan perlindungan dan pengolahan yang sesuai. | Karakter kayunya yang keras membuat proses pengolahan membutuhkan peralatan, tenaga, dan biaya yang lebih besar. |
Perkembangbiakan Pohon Merbau
Berdasarkan pemantauan UNEP-WCMC, keberadaan pohon merbau di sejumlah wilayah mulai mengalami tekanan. Di beberapa daerah seperti Sumatra, Sulawesi, dan Maluku, pohon merbau di habitat alaminya sudah semakin jarang ditemukan.
Kebutuhan terhadap kayu merbau yang masih bergantung pada hasil penebangan dari hutan alam turut memberikan tekanan terhadap keberadaan populasinya. Oleh karena itu, upaya perbanyakan dan penanaman kembali menjadi hal yang penting untuk menjaga keberlangsungan tanaman ini.
Perbanyakan pohon merbau dapat dilakukan melalui dua metode, yaitu secara generatif menggunakan biji dan secara vegetatif. Biji merbau memiliki sifat ortodoks sehingga memerlukan perlakuan tertentu sebelum digunakan untuk proses pembibitan. Tingkat keberhasilan hidup tanaman merbau di alam juga relatif rendah, yaitu sekitar 4,75%.
Sementara itu, perbanyakan secara vegetatif dapat dilakukan menggunakan metode stek pucuk. Metode ini dapat diterapkan tanpa bergantung pada musim tertentu sehingga dapat menjadi alternatif ketika ketersediaan biji atau pohon induk sulit diperoleh.
Keuntungan lain dari perbanyakan secara vegetatif adalah tanaman yang dihasilkan memiliki karakter yang serupa dengan tanaman induknya. Oleh sebab itu, pemilihan pohon induk perlu dilakukan dengan baik dengan memilih tanaman yang sehat dan memiliki kualitas yang bagus.
Pemanfaatan pohon merbau secara terus-menerus tanpa diimbangi dengan kegiatan penanaman kembali dapat menyebabkan jumlah populasinya semakin berkurang. Karena itu, pemanfaatan dan upaya pelestarian perlu dilakukan secara seimbang.
Manfaat Pohon Merbau
Meskipun belum terlalu dikenal oleh sebagian masyarakat, pohon merbau memiliki berbagai manfaat, terutama karena karakter kayunya yang kuat dan awet. Beberapa pemanfaatannya antara lain sebagai berikut.
1. Bahan Pembuatan Kusen
Kayu merbau dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat berbagai jenis kusen, termasuk kusen pintu dan jendela. Karakter kayunya yang kuat membuatnya sesuai digunakan untuk kebutuhan tersebut.
2. Bahan Lantai Parket
Kayu merbau juga banyak dimanfaatkan sebagai material lantai parket. Daya tahannya yang baik serta warna dan pola seratnya yang khas membuat lantai berbahan merbau memiliki tampilan yang natural dan menarik.
Baca artikel terkait ini diantaranya :
3. Pemanfaatan untuk Obat Tradisional
Bagian tertentu dari pohon merbau, seperti minyak dan daun, secara tradisional telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pengobatan. Namun, penggunaan bagian tanaman tersebut sebagai obat tetap membutuhkan penelitian dan pengujian lebih lanjut untuk memastikan keamanan serta efektivitasnya.
4. Tiang dan Bantalan Rumah
Selain digunakan untuk membuat kusen, kayu merbau dapat dimanfaatkan sebagai material tiang dan bantalan rumah. Tingkat kekerasan serta daya tahannya menjadi alasan kayu ini digunakan untuk berbagai bagian bangunan yang membutuhkan material kuat dan tahan lama.
Asal Pohon Merbau Dari Mana ?
Pohon merbau merupakan salah satu jenis pohon yang banyak tumbuh di kawasan hutan Papua. Tanaman ini dikenal memiliki kayu yang kuat dan keras. Karena karakter tersebut, masyarakat Papua kerap menyebut merbau sebagai “kayu besi”.


